Rabu, 28 November 2007

akhi...beginikah??? Ayo akhi.... semangatlah!!!

Hudzaifah Ibnul Yaman: Sang Intelijen Rasulullah

Rasulullah saw. menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.
Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat yang selaras.
Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada para sahabat yang lain atau kepada siapa saja.
Dengan mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).
Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan, serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi.
Semakin hari situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah. Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang tidak wajar terhadap Allah SWT. Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga, memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup mata dan hidung mereka dengan tanah.
Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya. Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah.
Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti. Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat. Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan tugas maut tersebut. Hudzaifah berkata, “Malam itu kami (tentara muslimin) duduk berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin Mekah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam sangat gelap. Belum pernah kami alamigelap malam yang sepekat itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri.
Angin bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka terkunci.
Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah, tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan hanya tinggal 300 orang. Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu. Setelah beliau sampai didekatku, aku sedang meringkuk kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya,“siapa ini!”“Hudzaifah!” jawabku.“Hudzaifah!? tanya Rasulullah minta kepastian. ?Aku merapat ke tanah, sulit berdirikarena sangat lapar dan dingin.?“Betul, ya Rasulullah!” jawabku.“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti, dan laporkan kepadaku segera?!” kata beliau memerintah.Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk.Maka, Rasulullah berdoa, “Wahai Allah! lindungilah dia, dari hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”
Demi Allah! sesudah Rasulullah saw. selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa. Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau memanggilku dan berkata, “Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”Jawabku, “Saya siap, ya Rasulullah!”
Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando. Ia berkata, “Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang yang di sampingku seraya bertanya, “Siapa kamu?”Jawabnya, “Aku si Anu, anak si Anu!”Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”
Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku.
Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya. Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu, kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar bin Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?” Jika mereka menjawab, “Ada,” beliau turut menyalatkannya
. []

UNTUK SUAMIKU TERCINTA DAN AKHI HUDZAIFAH YANG SERING LUPA OLAHRAGA


HIDUP SEHAT ALA ROSULULLAH

Rasulullah saw adalah suri tauladan kita. Sekalipun beliau berkata bahwa kita lebih mengerti urusan dunia kita dari pada beliau, tetapi bukan berarti beliau tidak mengerti masalah-masalah duniawi, terutama hidup yang efektif dan sehat.
Bukan berarti beliau terbebas dari penyakit. Tapi, saat-saat kesehatan beliau mendapat musibah bisa dihitung dengan jari satu tangan. Berbeda dengan manusia sekarang, yang sangat rentan terserang penyakit.
Apa sih rahasianya? Berikut ini adalah muwashoffat hidup sehat beliau
1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUHRasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :- Berlimpah pahala dari Allah SWT- Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHANRasulullah SAW selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman” (HR Muslim).
3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKANSabda Rasulullah SAW : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)“, (Muttafaq Alaih).Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.
4. GEMAR BERJALAN KAKI Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.
5. TIDAK PEMARAH Nasihat Rasulullah SAW: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon- Segeralah berwudhu- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.
7. TAK PERNAH IRI HATI Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. "Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah".

doa seorang Istri....

Do'a Istri Modal Jihad Suami

HR Tirmidzi : “Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan do'a”.

Do’a adalah senjata, do’a adalah bukti begitu kecilnya kita sebagai hamba.Tidak pantas kita menyombongkan diri karena hanya kepada Allah sajalahkita memohon pertolongan dan perlindungan.Apalagi do’a seorang istri kepada suami, seperti kisah Nabi Ayub as.Ia diuji dengan bencana yang menimpa fisiknya.Tubuhnya tidak menyisakan satu lobang jarumpun yang sehat.Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menolongnya, selain istrinya yangtetap memelihara cintanya karena Allah.Istrinya selalu melayaninya dan selalu mendo’akan sang suami untuk kesembuhannya,maka Allah mengabulkan do’anya, memperkenankan permohonannya.Lalu Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk bangkit dan menjejakkan kakinya ke tanahdan Allah mengeluarkan mata air dari dalam tanah dan menyuruhnya mandi dengan air itu.Lalu, Allah menghilangkan seluruh penyakit yang ada di tubuhnya.Itulah buah dari do’a istri yang sholehah.Do’a Perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuatdaripada lelaki, ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab Baginda,“Ibu lebih penyayang dari pada Bapa, dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
Saya jadi teringat diskusi kecil dimalam hari, suami saya protes karena saya duahari kemarin tidak mendo’akannya karena biasanya setiap hari saat berangkat kerja saya selalu mendo’akan suami tercinta agar dimudahkan segala urusannya dan sebetulnya ini sudah menjadi kesepakatan bersama waktu syuro malam pertama, memang malam pertama kami habiskan untuk syuro dari mulai agenda evaluasi proses, panggilan sayang, ekonomi keluarga hingga saling mendo’akan saat berpisah baik itu liqo, rapat atau kegiatan dakwah dan kepergian lainyannya. Dua hari kemarin saya tidak melakukan ritual perpisahan, soalnya lagi memendam perasaan kecewa dan sebel terhadap suami maklum lagi baby blues kali... Suami saya menceritakan, ”Mbak dua hari ini tidak do’ain saya, hari pertama hampir syahid tabrakan hingga kaca samping kiri mobil pecah, hari kedua ban pecah hingga dua kali berturut-turut, besok hari ketiga ga apa-apa tidak dido’ain tapi kalo syahid minta di ikhlaskan”. Saya beristighfar dan terbengong-bengong antara percaya gak percaya dan merasa bersalah juga sampai beliau harus mengalami hal seperti itu. Apakah sebegitu dahsyatnya keampuhan do’a istri kepada suami.
Kepergian suami di pagi hari dalam rangka mencari nafkah dituliskan sebagai pahala jihad oleh Allah SWT, maka apa salahnya dan seberapa sulitnya sebagai istri melayani danmempersiapkan segala keperluannya, karena Allah menjanjikan dalam HR Bukhari-Muslim :“Barang siapa menyiapkan perlengkapan orang yang akan berjihad di jalan Allah, maka ia pun dinilai seperti orang yang berjihad”.
Nah, para calon istri (hmmm...hm...)yang ingin setiap hari dapat pahala jihad layani suami anda dengan sebaik-baiknya, ingatkan kalo waktunya syuro, liqo, dan kegiatan dakwah lainnya dan jangan lupa antarkan kepergiannya dengan senyuman dan ucapkan do’a :"Zawadakillahu Taqwa Wa Ghafara Dzanbaki Wa Yasara Laki Haitsu Ma Kunti"artinya : Semoga Allah menambahkan ketaqwaan kepadamu, mengampuni dosamu dan melancarkan segala urusanmu dimana saja.
Agar suami anda berangkat jihad dengan lapang dan penuh semangat.Wallahu’alam (Laila_hikmah).

Senin, 26 November 2007

MATI....

La In Syakartum La Aziidannakum Wa Lain Kafartum Inna ‘Adzaabi La Syadiid
Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu, maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda :
“Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.
Rasulullah S.A.W. “Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir.
Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas, Ia berlindung sejenak dibawah pohon,
kemudian berangkat dan meninggalkannya.”

MATI....

La In Syakartum La Aziidannakum Wa Lain Kafartum Inna ‘Adzaabi La Syadiid
Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu, maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda :
“Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.
Rasulullah S.A.W. “Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir.
Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas, Ia berlindung sejenak dibawah pohon,
kemudian berangkat dan meninggalkannya.”

Minggu, 25 November 2007

Thanks To Allah


Give thanks to Allah, for the moon and the stars
prays in all day full, what is and what was
take hold of your iman, dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.
Allahu Ghefor Allahu Rahim Allahu yuhibo el Mohsinin,
hua Khalikhone hua Razikhone Hwahua ala kolli sheiin khadir.
Allah is Ghefor Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.
Give thanks to Allah, for the moon and the stars
prays in all day full, what is and what wastake hold of your iman, dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.
Allahu Ghefor Allahu Rahim Allahu yuhibo el Mohsinin,hua Khalikhone hua Razikhone Hwahua ala kolli sheiin khadir.
Allah is Ghefor Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.

Ya Allah YA Azza Wa Jalla

Truly He is the One He has no father or son
Everything in creation was by Him begun
With His infinite power anything could be done
Ask Allah for His Pardon And you’ll enter the Garden
Before Him there were none Of partners
He has none He knows what is apparent and what is hidden
All the fate of creation has already been written
His Will is always done And can never be undone
From amongst all humans Muhammad was chosen
He was illiterate and he was an orphan
Yet Allah sent him to those who were pagans
Oh Allah let us drink From his hand in the fountain
Ya Allah You’re the Sovereign You’re the Sultan of Sultans
Please protect me from Shaytan and all of his treason
Let him not with his whispers my iman ever weaken
My only wish in this life Is to attain Your Pardon